Thursday, August 15, 2013

Shinkansen, Teknologi Kereta Api Mengagumkan Di Jepang



Jepang adalah negara yang terkenal dengan kemajuan teknologi yang tidak diragukan lagi. Salah satunya adalah kemajuan teknologi alat transportasi publik Shinkansen. Nama Shinkansen juga sering dijuluki kereta peluru (bullet train) – yaitu jalur kereta api cepat Jepang. Kereta ini dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways.

Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut.


Shinkansen pertama kali dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani satu milyar penumpang pada 1976.

Pada mulanya Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru ‘Nazomi’ yang dapat menghasilkan kecepatan 270 km/j telah menghasilkan perjalanan yang singkat. Rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen.

Tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Selain itu ada beberapa percobaan bunuh diri oleh penumpang. Karena itu beberapa stasiun telah memasang pagar pelindung. Meskipun begitu tetap saja ada percobaan bunuh diri oleh penumpang yang memanjat pagar pengaman tersebut.

Untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem penahan angin (yang mirip dengan kegunaan telinga) untuk membantu proses pemberhentian bila gempa bumi terdeteksi.





Pada tahun 2027 yang akan datang, kereta LO milik Jepang akan siap untuk membawa penumpangnya antara Tokyo dan Nagoya pada kecepatan yang mengagumkan, 499 kilometer per jam setiap hari. Kereta ini menggunakan teknologi magnetic levitation (manglev), yang akan menjadikannya kereta tercepat di dunia. Namun kereta dengan teknologi manglev tercepat untuk saat ini dipegang oleh Shanghai Manglev Train. Kereta yang mampu mencapai kecepatan 501 kilometer per jam ini pernah beroperasi dengan kecepatan tertinggi 431 kilometer per jam.



0 comments:

Post a Comment